•August 2, 2011 • Leave a Comment

Heeeem, sungguh nyaman berbaring di kasur yang empuk, setelah penat seharian bergelut dengan pekerjaan dan marah-marahi pak bos gara-gara ada pekerjaan yang belum terselesaikan. Bahagia, berbaring di sisimu, memandangi wajahmu yang terlelap, mungkin lelah setelah seharian menjaga dua anak kita dan mengurus rumah kita.

Andai kebersamaan kita ini selalu ada, bukan hanya selama 3 minggu saat anak-anak liburanmu dan liburan anak-anak sekolah. Istriku, aku ingin kamu mengerti, semandiri apapun aku, aku tetap memerlukanmu ada di sampingku, bukan hanya pertemuan yang seminggu sekali atau bahkan dua minggu sekali karena aku harus tugas keluar kota atau ada pekerjaan mendadak sehingga aku tak bisa pulang ke jogja.

Selama kamu ada disini, aku bahagia, ada yang menyambutku dengan senyuman manis ketika aku pulang kerja, menyiapkan air hangat untuk mandi, menyiapkan makan malam untukku. Aku bahagia ketika pulang kerja menemukan wajah anak-anak, meskipun kadang hanya bisa memandangi wajah mereka yang telah terlelap dan mencium pelan-pelan pipi mereka agar tidak membangunkannya.

Istriku, aku mau meminta sekali lagi kepadamu, bersediakah engkau meninggalkan karirmu dan membawa anak-anak tinggal di sini bersamaku?

Aku sangat berharap kamu menjawab seperti yang kuingin karena ku tahu inginku itu tak berlebihan. Aku bahkan telah mengatakan padamu, kalau aku sangggup menafkahi lebih dari cukup untuk biaya hidup dan anak-anak sekolah, tetapi mengapa selama ini kamu masih berat meninggalkan Jogja? masih berat meninggalkan karir dan bapak ibu disana?

*****

Berharap sangat, saat itu akan tiba

Kisah untukmu, Nduk

•July 6, 2011 • Leave a Comment

 

Alhamdulillah,akhirnya menemukan bangku kereta dengan nomer sesuai karcis yg ku pegang. Hari ini kereta sawunggalih penuh mungkin karena liburan sekolah sebentar lagi usai.

Setelah beberapa saat mengamati orang yang lalu lalang,akhirnya aku merasakan roda kereta mulai berputar,mengantarku melamun,mengingat percakapan dengan anakku dua malam lalu.

Senin malam si  “nduk”,begitulah aku memanggil anak perempuanku yg paling kecil, pulang kerja  larut malam. Setelah membiarkannya istirahat beberapa saat,aku mengajaknya ngobrol,aku sangat kangen dengan bicaranya yang ceplas ceplos,semaunya sendiri,meskipun kadang ada yang tak berkenan di hatiku,seperti malam itu,aku lebih suka curhat tentang apapun pada anak perempuanku yg paling kecil ini.

“Nduk, bapakmu mulai bicara kasar lagi sama Ibu, membentak-bentak Ibu dengan kata-kata “goblok”, ibu ga terima digituin nduk. Biasanya bapak berbicara kasar seperti itu  setelah ketemu perempuan yg bernama Paijem,yg payudaranya besar, dan genit itu. Bapakmu suka sama payudaranya yg besar”,aku memulai obrolan malam itu.

“Ibu jangan negative thinking,mungkin waktu itu bapak capek,atau pengin diperhatikan,diladenin,tapi Ibu ndak tanggap, nyuwun ngapunten buk, ibu jangan melihat sesuatu dari satu sisi saja, dari sudut pandang ibu saja, dan yg sekiranya bikin hati ndak enak mbok ya jangan diingat-ingat”, kata si Nduk.

“Bagaimana ibu ndak ingat nduk,kalau sikap bapakmu,cara bicara bapakmu ndak pernah berubah dari dulu, ibumu ndak bisa diam kalau bapakmu bicara kasar, apalagi kalau disuruh ke rumah simbahmu,bapak sering marah2,bilang ndak sempat,kalau bicara sama simbahmu juga dengan nada tinggi. Tapi klau simbahmu ndak ada dirumah,bapakmu rajin ke sana,biar bisa ketemuan sama si paijem itu”,aku menjawab kata-kata si Nduk sambil berkata dalam hatiku “nduk,kamu kok ndak bisa merasakan seberapa jengkelnya Ibu”.

Lalu si nduk menjawab,”ibu cemburu yaa,hehehe, sudahlah bu,sudah sama-sama tua,ndak usah cemburu-cemburuan laagi, nikmati kebersamaan berdua,tinggal nyawang* anak cucu”.

“Dari dulu bapakmu ndak berubah nduk, bapak sering menyakiti Ibu, ndak membela ibu saat simboknya tidak menyukai dan menyudutkan ibu,saat saudara2 nya dulu memusuhi ibu gara2 permintaan mereka ndak Ibu turutin. Kenapa kamu kemarin ngasih bantuan lumayan banyak waktu budemu sakit nduk? Kamu tidak tahu bagaimana sikap budemu dulu pada Ibu”, lanjutku.

” Bu, yang sudah2 biar berlalu,ndak usah diingat2, bukankah ibu mengajariku beramal itu perbuatan mulia, apalagi kalau dilakukan untuk saudara sendiri, ndak ada ruginya kok bu, Alhamdulillah saya masih sehat, uang bisa dicari lagi”, benar juga kata si nduk,batinku.

“Nduk, ibu ingat dulu,waktu kalian masih kecil-kecil,bapakmu selingkuh,sampai suatu saat ….. Ibu menemukan bukti-bukti. Dulu ada kegiatan latihan gerak jalan dharmawanita di kantor bapak, ibu ndak sengaja menemukan surat dimeja bapak, disana tercantum nama pengirimnya,seorang perempuan, Hartati. Alamatnya di Pathuk,wonosari.  Surat itu berisi kabar dari Hartati tentang keadaannya dan anak lelakinya,yang dia bilang sebagai anak bapakmu,namanya Tri Wahyu. Hartati juga menuntut untuk minta dinikahi secara resmi,karena mereka telah menikah siri, menuntut untuk dinafkahi setiap bulan,utk keperluan hidup dan sekolah anaknya. Sebelum menemukan surat itu, bapakmu pernah bilang sama Ibu, ada saudaranya janda punya anak kecil,tidak punya kerjaan,mau dijadikan pembantu dirumah,kasihan. Saat bapakmu berkata begitu,ibu sudah merasa ada sesuatu yang salah dan ibu menolak usulan bapakmu itu. Ibu ingat sekali,dulu bapakmu pernah tidak pulang ke rumah sekitar semingguan, sebelum berangkat bajunya rapi sekali,pakai kemeja paling baru,rambut sisir rapi,pakai minyak,seperti mau menghadiri acara yg sangat penting. Mungkin waktu itu bapakmu mau menikah siri dengan si hartati itu. Dulu ibu kehabisan akal,sampai mencari paranormal untuk menyembuhkan bapakmu,berharap bahwa cintanya ke hartati itu karena magic,bukan cinta yg sebenarnya. Ibu sampai pergi ke tempat2 terpencil, membawa adikmu yg sempat masuk angin dan mencret-mencret dijalan karena kedinginan. Bapakmu ndak sembuh-sembuh juga. Sering pergi ndak pulang, alasannya nungguin proyek,karena memang waktu itu bapakmu lagi banyak proyek dan penghasilannya lumayan,lebih dari cukup untuk menghidupi 2 istri”, entah kenapa aku menumpahkan semua yg terpendam kepada si Nduk malam ini.

Nduk tak berkata apa-apa,matanya berkaca-kaca sambil sesekali melihat dan memencet blackberynya,mungkin dia sambil bekerja atau dia berusaha mengalihkan kesedihannya.

“Dulu bapakmu pernah bilang, mau menduakan ibu, tentu saja ibu menolaknya mentah-mentah, mendingan ibu minta cerai tetapi kemudian ibu membatalkan niat itu dan berusaha bertahan karena bapakamu bilang “klau bercerai anak dibagi dua, kamu dua,aku dua”,…. Nduk, ibu ndak mau terpisah dari kalian semua, bagaimanapun ibu ndak mau kehilangan dua anak ibu dan ibu ndak percaya bapak bisa mendidik dua anak yg mau dia ambil dengan baik. Ibu tetep mau bersama kalian semua, ibu bertahan meskipun sangat sakit. Nduk, dulu mbah akungmu juga jadi sakit dan stroke karena kelakuan bapakmu itu,sebelumnya mbah akungmu sangat sehat dan kuat”, aku meneruskan kisahku kepada si Nduk,aku ingin si Nduk mengerti perasaanku dan tidak menyalahkan aku kalau aku bersikap kurang baik pada suamiku.

Ku lihat air mata Nduk sudah berlinang-linang, dia tak sanggup berkata apa-apa,hanya menangis sesenggukan sambil memelukku.

Maafkan ibumu Nduk, telah menceritakan  kisah ini kepadamu.

Libur Tlah Tiba …..

•June 27, 2011 • Leave a Comment

Libur tlah tiba… libur tlah tiba …. horeee horee ….

Mungkin bagi anak-anak lain lagu Tasya itu sangat menyenangkan untuk dinyanyikan,tetapi aku dan adikku tidak menyanyikan lagu itu, aku dan adikku tak berharap banyak,  liburan sekolah akan berlalu begitu saja, nothing special. Ibu akan tetap sibuk bekerja, sabtu minggu juga tetap bekerja meskipun di rumah. Ayah tetap sibuk dengan pekerjaan dan urusan-urusannya.

Aku hanya diam saat Rehan bercerita, “besok hari selasa aku mau nginep di putri duyung cottage dong, sama bang alung, rani , dan ayah ibuku, di sana enak bisa berenang juga”.  Aku hanya bisa membayangkan hijaunya kebun teh saat Anggun bilang “Sabtu Minggu kemarin aku jalan-jalan ke kebun teh sama Papa Mamaku, jagung bakarnya enak, trus aku puter-puter keliling kebun naik kuda poni. Minggu depan Mama sama Papa ngajak aku nginep di pulau seribu”. Adikku bercerita , ” iiih freya enak banget, minggu depan mau liburan ke makasar, trus mau ke tempat yang banyak mainan-mainannya gitu, apa itu namanya mas, aku lupa”….

Kemarin aku mendengar Ibu bicara di telepon dengan Mbah Uti, kami akan ke bandung minggu depan, nengokin ade bayi yang baru lahir. Meskipun bukan liburan, mudah-mudahan Ibu tidak terlalu sibuk dengan pekerjaannya, jadi aku dan adik bisa sering-sering berada di pangkuannya, merasakan pelukannya, dibacakan buku cerita atau ensiklopedia.

 

 

A tough week end without u

•June 24, 2011 • Leave a Comment

Jumat : mulai berpikir, apa saja yang bisa kulakukan untuk melewatkan Sabtu dan Mingguku tanpamu, siap-siap sedih

Sabtu : bangun tidur, absen, cek bb langsung ingat kamu.. tak berdaya, bbm ga delivered, sms delivered tapi no reply, telp ga diangkat, doing all my routine week end activities, sementara otak dan hatiku tidak mau bekerja sama….  sosokmu menghuninya setiap waktu…. hadeuuuuuh, makin tersiksa, hanya bisa sedikit memejamkan mata

Minggu : bangun pagi tanpa semangat, absen, merindumu sangat, memikirkanmu lagi, berusaha melakukan semua aktivitas dengan normal, tak bisaaa ….. hati, otak dan badan ga sinkron, berharap hari minggu cepat berlalu

Senin : setiap terdengar ring sms, terlihat red light bb messenger, atau incoming call itu adalah kamu

 

U are keep dancing here, in my mind

•June 21, 2011 • Leave a Comment

Serius… rasanya ingin tenggelam saja diantara kertas-kertas kerjaku, tenggelam diantara warna warni angka komposisi yang selalu berubah, tenggelam diantara susunan alphabet indah yang memusingkan yang biasa disebut orang sebagai kontrak………… while u are keep dancing here, in my mind

Kemarin lusa, kemarin, dan hari ini aku sangat merindumu….. merindu rasa indah saat ku bisa mendengar suara nafasmu, merasakan semangatmu, rindu saat onyx putihku menyatukan suara kita, meskipun kadang kau diam memikirkan angka dan bercumbu dengan monitormu disana atau kau sibuk berbicara dgn rekan kerjamu… atau sebaliknya, aku yang terdiam memikirkan angka-angka, mengirim email, dan kau sabar menunggu sampai aku selesai berbicara dengan orang lain.  …………………. while u are keep dancing here, in my mind, I wanna dial ur number, but I’m not sure that u are available for me

 

 

 

Kangen blog ku

•June 21, 2011 • Leave a Comment

Lama sekali aku tak menulis di lembaranmu, bukannya aku tak punya kisah

Tapi tanganku terlalu letih untuk menuliskannya

Blog ku…. aku kangen

sebentar lagi aku akan mencoret-coret lembaranmu

sabar yaaaa

Kisah Kedondong

•June 21, 2011 • Leave a Comment

Kring… Kring… Kring… telepon rumah kost MP berbunyi jam 11 malam

” Nduk, coba turun ke teras sebentar, di depan pintu gerbang ada kedondong yang kamu mau”…

“ok mas, ku turun, bentar ya.”

Diluar pagar tak ada siapa siapa, hanya tergeletak tas kresek warna hitam yang dipenuhi buah kedondong super guedeeeee…… yang baru aku lihat seumur hidup, dan besok harinya tanpa menunggu lama kedongdong berukuran jumbo itupun habis dimakan sama temen temen kostku.

Seperti biasa, sambil makan, ada aja yg diobrolin. ” Rin, bukannya lo dah putus ma Mas Gracie ya? kok dia mau maunya kirim kedondong, besar besar, manis, enak lagi… hehehheee.. dan yang penting gratis”… dia baik kan rin? kenapa kamu putusin?

Ah  teman.. pertanyaan inilah yang ga perlu ku jawab dan cukup ku simpan dalam hati.

7 incoming calls

•October 16, 2008 • 2 Comments

Ngantuk, lemes, secara hari jumat, tenaga sudah terkuras habis dari senin mpe kamis, semalem belanja bulanan. OTW ke kantor, AC mobil di gedein biar adem, secara pagi ini jam 7 matahari sudah bersinar sangat terang .Penginnya melanjutkan tidur, lumayan 2 jam lebih dari rumah ke kantor.

Baru tidur sekitar 5 menit, hp bunyi, “&^%@$  2″, cuma kulirik dengan satu mata, kudiemin sampai ring tone habis. tak lama bunyi lagi, masih dari orang yang sama, kudiemin lagi. Next 15 minutes, hp bunyi lagi, dari nomor yang sama, ku pencet “silence”. Setelah itu, again incoming call, dari orang yg sekantor dengan si ibu tadi, ku pencet silence. Aaah, mereka lagi mengejar pembayaran tahap akhir. Beginilah supplier, giliran kita kejar dokumen mereka lama lamain , giliran pembayaran .. huuhhh maunya cepet cepet. Alunan lagu afgan terdengar lagi, incoming call, again dari orang yang sama, berturut turut dua kali… dalam hatiku”go to the hell, ku lemes nih, please lagi ga mau banyak ngomong”.

Hari ini udah mulai macet, orang orang dah pada balik ke jkt kali ya? gara gara 7 incoming calls dari para pemburu pembayaran itu ku jadi ga bisa tidur, dengerin 89.6, si rafiq sama Putri lagi ngobrolin “pete”mengandung anti oksidan, bikin awet muda termasuk resep resep masakan yg mantaaph abis dimana pete bisa dijadikan bahan masakannya  … Waaahhhh si ayah berasa punya pendukung, si ayah penggemar berat pete.

Jam 9.30 baru sampai kantor, salamku dijawab oleh si “accounting bersalah/diskotik, gigi kambing” (julukan utk si akunting – dari si bos) dia sambil lihat jam tangannya. ” Hoi, gw datang lihat jam tangan, gw telat ya? mau potong gaji? silakan, huahahahhahaaa”… habisan gw tersinggung aja dia langsung lihat jam tangan begitu gw datang.

Belum sempat cek email, apalagi nulis rencana kerja hari ini, si ibu supplier udah nelp “mbak pembayaran bagaimana? harus hari ini lho, kamu pindah buku aja biar cepet”… ugh.. ku iya iyain aja. Perlu diketahui si ibu supplier ini orang paling bawel sedunia (lebih bawel dari gw sendiri), gw sering bangeth di ajak ngobrol di telp ma dia, minimal setengah jam, ngedengerin orang cerita, menceritakan kehebatan dia sendiri dan mungkin banyakan blufing (eh bener ga sih spellingnya?). uugh kadang neg mau muntah. dan sebagai pendengar yg baik, biar dia tetep mau supply ke kita juga, gw meski korban perasaan… hiks hiks men iyakan segala ceritanya, bilang bahwa dia hebat, dia pintar, dia paling jujur, bla bla bla….

kalkulasi pembayaran akhir dan potongan potongan sebenarnya udah dibikin dari kemarin tapi”strategy tidak mengijinkan kita utk kasih hitungan ke belio sebelum original docs sampai ke kita, alhasil dia kejar kejar hitungan dan pembayaran ke gw. Pagi ini docs sudah diterima, pembayaran dilaksanakan tapi tidak full, banyak potongan. Jam makan siang sesudah baca perhitungan mungkin, si ibu again, telepon, aku minta “accounting bersalah, orang yg selalu siap sedia membantuku heheheheheee…” mengangkat telepon si ibu. Ternyata si ibu marah marah, mengatakan kita penipu, bla bla bla, panas di kuping”…

Makan siang di rumah makan padang, ayam sayur, daun singkong gulai, kikil, nyem nyem nyem, enak juga, go to the hell supplier, aku, akunting pujaan hati dan si bun bun belahan jiwa menikmati makan siang dengan lahap. Weits, si bun bun tambah nasii.. hahahahhaaaa…. jam makan siang sudah habis, lets back to work.

Dengan perut kenyang, siap menghadapi semua rintangan, hambatan , ancaman dan gangguan (ATHG), pasti nih si ibu masih memburu gw tuk ngomel ngomel, eh beneran, tak lama kemudian belio telp, ngomel tanpa titik koma, sengan suara kencang, sambil mengancam akan melanjutkan lewat jalur hukum, polisi, bla bla bla… Ya elah bu bu… dah biasa kalee, ga mempan di ancam… heheheh, tapi kuping sakit neh, dan berat, berusaha sesabar mungkin calming her down, kasih penjelasan yg tetap aja ga dia terima, ugh…. si ibu satu ini ngamuknya kayak singa betina (belum pernah lihat singa betina ngamuk sih sebenernya).

Again, si ibu telepon lagi, dengan nada yg lebih tinggi, dan memuntahkan semua cerita, yg meskinya tidak usah diomongkan, “saya punya keuntungan di transaksi ini cuma USD 10.000 Rin, saya ambil USD 30.000 akan tetap USD 10 .000 utk Pak ….., USD 10.000 utk @ tuuut..tut… (kena sensor neh), ga gitu kaget sih, tapi baru dengar langsung dari orang langsung bahwa si ……tuuut tuuut …. ambil komisi sembunyi sembunyi.Dan yang lebih asssoooyyyy, ga cuma gw yg denger tapi ada beberapa orang kantor lain yang dengar. mungkin unbeliveable buts its the fact.

bersambung ………………

Unforgetable memories

•October 8, 2008 • Leave a Comment

Hari ini berangkat ke kantor dengan kepala yang agak pusing, berasa masih dikelilingi tepung dan telur, agak lengket, padahal udah mandi sebersih mungkin.

thanks to Novie yang udah nyeplokin telor di kepalaku dengan sekencang kencangnya (karena dia takut telurnya ga pecah)

thanks to Pak Redi yang udah naburin aku dengan tepung terigu sekilo dan daun daunan.

thanks to Siti, Aihe, Juminten eh Juwita, Marin, Irinhe, Mike, Dita, Mila, Mas U Uy, Rohman, Yana,  dan semua teman teman yang sudah bikin kita celemotan dengan cup cake ….. karpet kantor jadi kotor tuh.. ntar si bos balik  pada di suruh ngebersihin lho!!!!!!!!!!

thanks buat triple coklat harvest nya ya… nyem nyem nyem yummy… aku suka bangeth… besok beliin lagi ya friends……………………

“hepi beilzde ibu”,… eh si noval udah bisa ngucapin kalimat itu juga semalem. Pas aku pulang dedek damar dan noval bangun lagi, ketawa dan becanda, minta di setelin lagu happy b.day dari mms yg kudapat dari salah seorang sepupu. Dede damar ketawa ketawa sambil joget, dia mau niruin kakanya nyanyi happy b.day tapi masih belepotan.

hiks hiks… ternyata si bos lupa, kalau staffnya ini ultah. hiks hiks, tanggal 6 terima sms dari sepupu “selamat ulang tahun yah moga tambah rezeki, tambah baik, tambah anaknya dan tambah punay suami baru… he he he”… (apa maksudnya?!?!)… dia becanda atau udah suturess yah??

7 Okt

•October 7, 2008 • 1 Comment

hari yg spesialkah buat aku? apa yang spesial ya?  my b.day, merasa bersyukur atas apa yg aku dapat selama ini, sedikit spesial karena semua teman kantor  ngucapin met ultah.. hihihi happy juga, mantan – mantan pacar juga ngucapin met ultah. thanks semuanya….. tapi my hubby tadi pagi lupa, setelah ada sindiran kecil “yah, ikutan makan makan ga? ntar malem temen temen kantor pada  makan bareng di Omah Sendok, di kebayoran”… dan dia baru nyadar hari ini istrinya ultah.

30 tahun yang lalu, mungkin spesial buat ibuku.. jaman dulu belum musim USG, ibu dan bapak deg deg an, berharap harap seorang bayi laki laki yang muncul.. hueee ternyata bayi perempuan, gemuk beratnya 4 kilo, manis, rambutnya keriwil (haaa narsis)

Live begin at 30 kata orang sih…  bukannya ga bersyukur atas apa yang aku dapat sekarang, tapi.. kayaknya masih amburadul hidup aku, sampai sekarang hanya mengalir, tanpa rencana yang pasti , apalagi planning yang bagus.meskinya di umur 30 ini udah settle , kembali lagi bukannya aku ga bersyukur tapi aku memang merasa belum settle.

Tapi beruntunglah aku aku masih punya sesuatu yg dibanggakan, anak anaku, tumbuh sehat dan cerdas meskipun agak sedikit preman karena kebanyakan lihat TV (menurutku sih hehehe ) habisan mau pasang indovision lom sempat, minggu depan meski dipaksain biar sempat, trus dipantengin di baby TV

Liburan kemarin sempat ketemu temen SMA, sebangku, merit dah 4 tahun belum punya momongan, ku doain cepet dapet momongan ya sist … Amin

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.