7 incoming calls

Ngantuk, lemes, secara hari jumat, tenaga sudah terkuras habis dari senin mpe kamis, semalem belanja bulanan. OTW ke kantor, AC mobil di gedein biar adem, secara pagi ini jam 7 matahari sudah bersinar sangat terang .Penginnya melanjutkan tidur, lumayan 2 jam lebih dari rumah ke kantor.

Baru tidur sekitar 5 menit, hp bunyi, “&^%@$  2″, cuma kulirik dengan satu mata, kudiemin sampai ring tone habis. tak lama bunyi lagi, masih dari orang yang sama, kudiemin lagi. Next 15 minutes, hp bunyi lagi, dari nomor yang sama, ku pencet “silence”. Setelah itu, again incoming call, dari orang yg sekantor dengan si ibu tadi, ku pencet silence. Aaah, mereka lagi mengejar pembayaran tahap akhir. Beginilah supplier, giliran kita kejar dokumen mereka lama lamain , giliran pembayaran .. huuhhh maunya cepet cepet. Alunan lagu afgan terdengar lagi, incoming call, again dari orang yang sama, berturut turut dua kali… dalam hatiku”go to the hell, ku lemes nih, please lagi ga mau banyak ngomong”.

Hari ini udah mulai macet, orang orang dah pada balik ke jkt kali ya? gara gara 7 incoming calls dari para pemburu pembayaran itu ku jadi ga bisa tidur, dengerin 89.6, si rafiq sama Putri lagi ngobrolin “pete”mengandung anti oksidan, bikin awet muda termasuk resep resep masakan yg mantaaph abis dimana pete bisa dijadikan bahan masakannya  … Waaahhhh si ayah berasa punya pendukung, si ayah penggemar berat pete.

Jam 9.30 baru sampai kantor, salamku dijawab oleh si “accounting bersalah/diskotik, gigi kambing” (julukan utk si akunting – dari si bos) dia sambil lihat jam tangannya. ” Hoi, gw datang lihat jam tangan, gw telat ya? mau potong gaji? silakan, huahahahhahaaa”… habisan gw tersinggung aja dia langsung lihat jam tangan begitu gw datang.

Belum sempat cek email, apalagi nulis rencana kerja hari ini, si ibu supplier udah nelp “mbak pembayaran bagaimana? harus hari ini lho, kamu pindah buku aja biar cepet”… ugh.. ku iya iyain aja. Perlu diketahui si ibu supplier ini orang paling bawel sedunia (lebih bawel dari gw sendiri), gw sering bangeth di ajak ngobrol di telp ma dia, minimal setengah jam, ngedengerin orang cerita, menceritakan kehebatan dia sendiri dan mungkin banyakan blufing (eh bener ga sih spellingnya?). uugh kadang neg mau muntah. dan sebagai pendengar yg baik, biar dia tetep mau supply ke kita juga, gw meski korban perasaan… hiks hiks men iyakan segala ceritanya, bilang bahwa dia hebat, dia pintar, dia paling jujur, bla bla bla….

kalkulasi pembayaran akhir dan potongan potongan sebenarnya udah dibikin dari kemarin tapi”strategy tidak mengijinkan kita utk kasih hitungan ke belio sebelum original docs sampai ke kita, alhasil dia kejar kejar hitungan dan pembayaran ke gw. Pagi ini docs sudah diterima, pembayaran dilaksanakan tapi tidak full, banyak potongan. Jam makan siang sesudah baca perhitungan mungkin, si ibu again, telepon, aku minta “accounting bersalah, orang yg selalu siap sedia membantuku heheheheheee…” mengangkat telepon si ibu. Ternyata si ibu marah marah, mengatakan kita penipu, bla bla bla, panas di kuping”…

Makan siang di rumah makan padang, ayam sayur, daun singkong gulai, kikil, nyem nyem nyem, enak juga, go to the hell supplier, aku, akunting pujaan hati dan si bun bun belahan jiwa menikmati makan siang dengan lahap. Weits, si bun bun tambah nasii.. hahahahhaaaa…. jam makan siang sudah habis, lets back to work.

Dengan perut kenyang, siap menghadapi semua rintangan, hambatan , ancaman dan gangguan (ATHG), pasti nih si ibu masih memburu gw tuk ngomel ngomel, eh beneran, tak lama kemudian belio telp, ngomel tanpa titik koma, sengan suara kencang, sambil mengancam akan melanjutkan lewat jalur hukum, polisi, bla bla bla… Ya elah bu bu… dah biasa kalee, ga mempan di ancam… heheheh, tapi kuping sakit neh, dan berat, berusaha sesabar mungkin calming her down, kasih penjelasan yg tetap aja ga dia terima, ugh…. si ibu satu ini ngamuknya kayak singa betina (belum pernah lihat singa betina ngamuk sih sebenernya).

Again, si ibu telepon lagi, dengan nada yg lebih tinggi, dan memuntahkan semua cerita, yg meskinya tidak usah diomongkan, “saya punya keuntungan di transaksi ini cuma USD 10.000 Rin, saya ambil USD 30.000 akan tetap USD 10 .000 utk Pak ….., USD 10.000 utk @ tuuut..tut… (kena sensor neh), ga gitu kaget sih, tapi baru dengar langsung dari orang langsung bahwa si ……tuuut tuuut …. ambil komisi sembunyi sembunyi.Dan yang lebih asssoooyyyy, ga cuma gw yg denger tapi ada beberapa orang kantor lain yang dengar. mungkin unbeliveable buts its the fact.

bersambung ………………

Advertisement

~ by riendu on October 16, 2008.

2 Responses to “7 incoming calls”

  1. Bu Rini, Apakah benar itu terjadi di kehidupanmu? Aku baca dan sedikit membayangkannya. Kalau aku pribadi rasanya aku ngak bakalan kuat. Kebayang deh seperti apa dikejar-kejar orang terutama untuk payment, diomelin orang. Aku sering merasa kerjaanku adalah kerjaan aling berat di dunia, tapi setelah baca tulisanmu. ternyata ada yang lebih berat,yah? Semakin salut dan semakin takut untuk gangguin. Teteap semangat yah….. Wassalam,-Rifqina

  2. kisah nyata nih Den, selahkan membayangkan, seperti itulah hari hari ku jalani, itu masih belum di tambahin omelan si bos, yang menurutt gw kadang kadang bos gw kurang dewasa, hehehehe.

    aku ga ngerasa di gangguin kok, kan kalau lagi sibuk kadang aku ga ol di yahoo, aku juga ga jawab pertanyaan -pertanyaanmu dan mohon maaf kalau sering cuekin dirimu.

    thanks ya Pak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.